Akhlak Buruk Bisa Rugi di Akhirat

 Islam mendorong umatnya untuk mempraktikkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari – hari. Kata aklahk berasal dari kata khuluqun yang berarti budi pekerti, tingkah laku, atau tabiat. Seseorang dianggap sebagai berakhlak jika perilakunya dilakukan tidak secara terpaksa dan sadar akan perbuatan itu. Akhlak dapat menjadi indikator seseorang apakah seorang mukmin yang baik atau buruk. Akhlak yang baik dapat menambah pahala dan menggugurkan dosa. Sedangkan akhlak yang buruk dapat menghancurkan pahala yang menjadi modal utama untuk kebahagiaan di akhirat dan menambah dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik, dan ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan. Cakupan akhlak dalam Islam luas, mulai dari hubungan hambanya dengan Tuhannya (vertikal) dalam bentuk ritual keagamaan dan dalam bentuk pergaulan sesama manusia dan terhadap semua makhluk(horizontal).

Beberapa surat dan ayat Qur’an mengenai akhlak adalah:

1.       Surat Al Baqarah ayat 53, yang berarti:

“Hai orang – orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang – orang yang sabar.”

2.       Surat Al Baqarah ayat 83, yang berarti:

“Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak – anak yatim, dan orang – orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia.”

3.       Surat Al A’raf ayat 199, yang berarti:

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang – orang yang bodoh.

4.       Surat Al Ankabut ayat 45, yang berarti:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan – perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah – ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

 Pembagian akhlak baik dalam Islam adalah sebagai berikut:

1.       Jujur atau Ash – Shidqu, adalah tingkah laku yang didorong oleh niat yang baik agar tidak mendapat kerugian baik untuk dirinya maupun orang lain.

2.       Berperilaku baik atau Husnul Khuluqi, adalah reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya dengan cara yang terpuji.

3.       Malu atau Al Haya, yaitu perangai untuk meninggalkan perbuatan buruk atau tercela, sehingga mampu menghalangi orang lain dari berbuat dosa.

4.       Rendah hati (At-Tawadlu'), yaitu memposisikan dirinya sederajat atau tidak lebih tinggi dengan orang lain.

5.       Murah hati atau Al Hilmu, yaitu suka memberi ke orang lain tanpa rasa pamrih.

6.       Sabar (Ash Shobr), yaitu menahan segala sesuatu yang menimpa dirinya (hawa nafsu). Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa orang – orang yang akan dimasukkan ke surga dengan segera adalah orang – orang yang sabar. Mereka bersabar ketika dizalimi, mema’afkan ketika diperlakukan buruk, dan bermurah hati ketika orang lain khilaf.



Mohon dukungannya melalui: https://trakteer.id/aldyuris

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembuh Karena Al Qur’an

Keikhlasan Dalam Al Qur'an

Bersih Bagian Dari Iman