Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

Surat Al Kahfi dan Artinya

  Surat Al Kahfi memiliki arti yaitu “Gua”, yang menceritakan tentang sekelompok pemuda yang tertidur selama 309 tahun di dalam sebuah gua. Makna utama dari surat ini adalah untuk menjalani kehidupan, kita harus memiliki cahaya atau petunjuk. Sudah diketahui petunjuk kita sebagai umat Muslim adalah Al Qur’an dan As – Sunnah. Lima ayat pertama surat Al Kahfi adalah: Ayat 1, yang berarti: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al Qur’an) kepada hamba – Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok.” Ayat 2, yang berarti: “Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksa – siksa yang sangat pedih dari sisi – Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang – orang mukmin yang mengerjakan kebaikan bahwa mereka akan mendapa balasan yang baik.” Ayat 3: “Mereka kekal di dalamnya untuk selama – lamanya.” Ayat 4: “Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata,”Allah mengambil seorang anak”.” Ayat 5: “Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tent...

Riba Merugikan Yang Berhutang

Sudah tidak asing lagi riba dilarang dalam Islam. Riba berarti kelebihan atau tambahan. Dalam arti lain, riba adalah melebihkan jumlah uang pinjaman berdasarkan   persentase tertentu   dari jumlah pinjaman pokok. Salah satu alasan mengapa praktek riba diharamkan adalah karena riba sangat merugikan salah satu pihak, yaitu pihak yang berhutang atau peminjam. Mengenai bekerja di bank, ternyata tidak halal bagi seorang muslim bekerja di bank yang berurusan dengan riba, sebab itu termasuk membantu mereka melakukan transaksi berbasis riba dengan satu atau lain cara, dengan menuliskannya, menyaksikannya menjaga banknya, dan sebagainya. Namun, nampaknya masih banyak orang yang kurang memahami mengapak riba dilarang dalam Islam. Allah secara tegas melarang siapa pun untuk memakan harta riba. Beberapa surat dan ayat Al Qur’an mengenai riba adalah sebagai berikut: Surat Ar Rum ayat 39 , yang berarti: “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar di bertambah pada harta manusi...

Rezeki Harus Halal

  Mencari rezeki yang halal merupakan tuntutan. Seorang mukmin tidak boleh bersikap materialistis atau ‘yang penting kebutuhan tercukupi’. Apa yang dimakan dan segala perbuatan kita akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nantinya. Ayat – ayat Al Qur’an mengenai perintah Allah untuk memakan rezeki yang halal adalah: Al Baqarah ayat 168, yang berarti: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah – langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Surat Al – Ma’idah ayat 88, yang berarti: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada – Nya.” Surat An Nahl ayat 114, yang berarti: “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada – Nya saja menyembah.” Surat Al Baqarah ayat 188, yang ...

Iptek dan Islam

Islam justru mendorong manusia untuk menambah ilmu pengetahuan dan mengembangkan teknologi, bukan mengekang. Tetapi, berbeda dengan pemahaman Barat yang mengembangkan teknologi untuk kepentingan materi, Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjadi sarana ibadah. Teknologi yang ada sekarang seharusnya dimanfaatkan untuk mengenalkan pendidikan agama Islam yang modern kepada generasi milenial. Sebenarnya umat Islam pernah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, pada tahun 850, alhi kimia Islam menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui penyulingan produk minyak dan gas bumi, lebih dari 1.000 tahun sebelum Abrahm Gesner, orang Inggris, mengaku sebagai yang pertama menghasilkan kerosin dari penyaringan aspal. Contoh kedua adalah Al – Zahrawi, seorang cendekiawan Muslim di bidang kedokteran pada masa Daulah Bani Umayyah di Spanyol. Ia dikenal sebagai pelopor bedah modern dan dijuluki Bapak Ilmu Bedah Modern karena berb...

Akhlak Buruk Bisa Rugi di Akhirat

  Islam mendorong umatnya untuk mempraktikkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari – hari. Kata aklahk berasal dari kata khuluqun yang berarti budi pekerti, tingkah laku, atau tabiat. Seseorang dianggap sebagai berakhlak jika perilakunya dilakukan tidak secara terpaksa dan sadar akan perbuatan itu. Akhlak dapat menjadi indikator seseorang apakah seorang mukmin yang baik atau buruk. Akhlak yang baik dapat menambah pahala dan menggugurkan dosa. Sedangkan akhlak yang buruk dapat menghancurkan pahala yang menjadi modal utama untuk kebahagiaan di akhirat dan menambah dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik, dan ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan. Cakupan akhlak dalam Islam luas, mulai dari hubungan hambanya dengan Tuhannya (vertikal) dalam bentuk ritual keagamaan dan dalam bentuk pergaulan sesama manusia dan terhadap semua makhluk(horizontal). Beberapa surat dan ayat Qur’an me...

Membayar Zakat Sebagai Tiket ke Surga

  Membayar zakat merupakan salah satu rukun Islam. Zakat dalam bahasa Arab berarti menyucikan jiwa dengan memberikan bentuk sedekah kepada umat Islam yang membutuhkan. Ini untuk mengingatkan bahwa hakikatnya harta adalah milik Allah. Seorang mukmin membayar 2,5 % dari penghasilan atau harta yang dimilikinya kepada yang membutuhkan. Membayar zakat tidak diwajibkan kepada orang yang benar – benar tidak punya harta untuk berzakat. Orang yang membayar zakat akan dilipatgandakan pahalanya. Zakat merupakan wujud keadilan sosial, pemberdayaan anggota masyarakat lain, pengentasan kemiskinan, dan sebagainya. Surah dan ayat pertama tentang zakat adalah: 1.        Surat Al Baqarah ayat 43 yang artinya: “Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.”   2.        Surat Al Baqarah ayat 276 yang artinya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap ora...

Efek Jera Hukum Potong Tangan

  Salah satu surat Al Qur’an yaitu surah Al Maidah ayat ke 38 mengatakan “Laki – laki dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas apa yang mereka kerjakan dan sebagai   siksaan dari Allah. Dan Allah maha perkasa lagi Maha Bijaksana”. Mulai diterapkan 14 abad yang lalu, memang nampaknya hukum ini kejam, sehingga banyak orang mempersepsikan Islam sebagai agama yang sadis. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Menurut Zakir Naik, seorang ustad asal India, saat kunjungannya ke Arab Saudi ia tidak pernah berjumpa orang yang tangannya telah dipotong dan berpendapat ternyata jarang sekali orang yang tangannya dipotong. Ini disebabkan oleh seseorang akan berpikir ratusan kali sebelum melakukan pencurian. Di sinilah letaknya efek jera hukum potong tangan. Arab Saudi memiliki tingkat pencurian dan perampokan terendah di dunia. Sedangkan negara yang tidak menerapkannya seperti Amerika Serikat memiliki tingkat pencurian dan perampokan yang tergolong sangat t...