Rezeki Harus Halal
Mencari rezeki yang halal merupakan tuntutan. Seorang mukmin tidak boleh bersikap materialistis atau ‘yang penting kebutuhan tercukupi’. Apa yang dimakan dan segala perbuatan kita akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nantinya. Ayat – ayat Al Qur’an mengenai perintah Allah untuk memakan rezeki yang halal adalah:
Al Baqarah ayat 168, yang berarti:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah – langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
Surat Al – Ma’idah ayat 88, yang berarti:
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada – Nya.”
Surat An Nahl ayat 114, yang berarti:
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada – Nya saja menyembah.”
Surat Al Baqarah ayat 188, yang berarti:
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”
Surat Al Mu’minun ayat 51, yang berarti:
“Hai rasul – rasul, makanlah dari ath – thayyibaat, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Ath-thayyibaat artinya halal. Allah memerintahkan kita untuk memakan rezeki yang halal sebelum beramal.
Mohon dukungannya melalui: https://trakteer.id/aldyuris
Komentar
Posting Komentar